Bangkalan Trip: Nyaman Ongguh!

Posted on February 24, 2013

14



Jadi, arti kata “nyaman ongguh” pada judul postingan kali ini diambil dari bahasa Madura yang artinya “benar-benar enak” :mrgreen: Dan tentu saja, postingan kali ini bercerita tentang perjalanan saya selama 5 jam melarikan diri dari keseharian kota Pahlawan tertjintah iniy ๐Ÿ˜‰ Sedikit fakta ga penting, perjalanan kali ini hanya melibatkan saya dan “mantan patjar” saiah loh.. Jadi, separuh dating trip nih ceritanya ๐Ÿ˜ณ

kedatangan kami disambut dengan hijaunya Indonesia ^^

kedatangan kami disambut dengan hijaunya Indonesia ^^


Kami berdua berangkat melalui jembatan Suramadu yang tersohor itu kira-kira pukul 12 siang tet-tot. Karna emang pas jamnya maksi (makan siang), agenda pertama kami adalah mencari tempat perhentian untuk menenangkan naga-berkepala-tujuh yang sudah mulai cetarr membahanah di siang terik itu..
bikin mata makin sergerrr.. ;D

ijonya bikin mata makin sergerrr.. ;D

Bebek Sinjay
Keputusan kami memang tepat, untuk memilih warung bebek Sinjay yang ternama itu sebagai perhentian pertama kami :mrgreen: Warung masih tidak terlalu ramai, antrean tempat memesan juga tidak terlalu panjang.. Gak bisa bayangin kalo masih disuruh antre berlama-lama ria sembari perut uda keroncongan-bin-dangdutan! Warung yang spesial menyediakan bebek goreng khas Madura ini memang selalu ramai dipenuhi penggemar bebek bahkan dari luar kota Surabaya, apalagi pas wiken kaya gini.

Sang Bebek Jagoan penakluk naga-berkepala-tujuh xP

Sang Bebek Jagoan penakluk naga-berkepala-tujuh xP


Keistimewaan bebek di warung ini adalah dagingnya yang benar-benar empuk, tanpa aksen garing khas presto, plus kremesan ekstra gurih dan sambal pencit yang lezatnya belum saya temui tandingannya *ini fakta pribadi, bukan promo.. Pas banget dimakan dengan nasi hangat yang punel ๐Ÿ˜‰ *tissue, mana tissue! Untung saja saya nggak khilaf kali ini, dan berhasil menahan diri untuk tidak menambah 2 atau 3 porsi bebek goreng lagi!! :mrgreen:

Bangkalan Lighthouse
Selesai me-ninabobo-kan naga-berkepala-tujuh, kami segera menunju destinasi kami selanjutnya.. Mercusuar Bangkalan ๐Ÿ˜Ž Seumur-umur tinggal di kota pantai, saya sendiri belum pernah melihat langsung yang namanya mercusuar. Selain buku bergambar, terakhir saya melihat mercusuar ini pas di film Lord Of The Ring ๐Ÿ˜› #cmiiw *bahkan mercusuar di film itu terletak di atas gunung, bukan di tepi pantai ๐Ÿ˜† Perjalanan yang harus kami tempuh lumayan jauh, butuh kira-kira 40 menitan sebelum kami benar-benar tiba di lokasi tempat mercusuar berada. But it was worth it though ๐Ÿ˜‰

Mercusuar sudah mulai terlihat! ^^

Mercusuar sudah mulai terlihat! ^^


We were finally here ^^

We were finally here ^^


perlu persiapan mental dan keteguhan hati untuk mendaki ke puncak! xP

perlu persiapan mental dan keteguhan hati untuk mendaki ke puncak! xP

Untuk bisa memasuki lokasi mercusuar, kami diwajibkan merogoh kocek seribu rupiah untuk memasuki areal mercusuar dan enam ribu rupiah untuk biaya mendaki (termasuk parkir). Daaaan, tibalah saatnya kami berada di depan pintu gerbang kemerdekaan mercusuar yang kami lihat sepanjang perjalanan tadi.. Dilihat dari jauh keliatannya kecil, tapi pas sudah nyampe sempet bikin keder jugak :mrgreen:
Untuk mencapai puncaknya, kami harus menaiki anak tangga yang begitu banyak.. Sampai-sampai saya harus membuang jauh-jauh niat saya menghitung jumlah “lantai” dari mercusuar tersebut. Sepanjang perjalanan menuju puncak kemilau cahaya, kami tidak menemui apa-apa selain jendela dan tangga yang harus kami naiki lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi! ๐Ÿ˜ฎ Dan singkat cerita, kami berhasil mencapai puncaknya untuk sekedar berfoto-foto ria dan mengabadikan pemandangan dari lantai sekian mercusuar tersebut.

pemandangan dari atas mercusuar.. masih bernuansa ijo ;>

pemandangan dari atas mercusuar.. masih bernuansa ijo ;>


pesisir Selat Madura, mirip ekowisata mangrove di Surabaya

pesisir Selat Madura, mirip ekowisata mangrove di Surabaya

Di lantai teratas, tidak terdapat apa-apa selain balkon untuk melihat keluar. Dan benarlah kata pepatah,

makin tinggi pohonnya, makin kencang anginnya

Angin yang menderu di puncak mercusuar tersebut benar-benar kencang! Sekalipun keadaan panas terik waktu itu.. ๐Ÿ˜ฎ
Setelah puas menikmati pemandangan di puncak, kami pun memutuskan untuk turun dan mempersiapkan diri untuk pulang ke Surabaya. Sedikit fun fact mengenai mercusuar yang dibangun Belanda sejak tahun 1800an ini, yaitu bahwa keseluruhan konstruksinya adalah 90% terbuat dari besi (atau logam lainnya) Dinding, lantai, dan tangga seluruhnya terbuat dari besi. Saya sangat terkagum-kagum mengetahui fakta bahwa bangunan besi ini sudah berdiri kokoh selama lebih dari seabad! ๐Ÿ˜ฎ
Selain dinding yang penuh dengan corat-coret *benar-benar penuh* seringkali mercusuar ini dijadikan tempat mesum oleh pasangan-pasangan yang tidak bertanggung jawab.. Too bad, indeed ๐Ÿ˜ฆ Semoga suatu hari kelak, bangunan bersejarah ini bisa jadi salah satu ikon dari kota Bangkalan ini. Terlalu amat disayangkan apabila nantinya bangunan ini makin tidak terawat dan berakhir menjadi sejarah saja.

Postingan kali ini, akan saya tutup dengan teka-teki.. Setelah menuruni mercusuar tersebut, kami akhirnya menemukan cara untuk menghitung jumlah “lantai” dari mercusuar tersebut *credit goes to my date. Nah, pengunjung yang terhormat, bagaimanakah caranya? ๐Ÿ˜Ž
*yang bisa menebak dengan tepat akan saya taruh tautan Anda di daftar blogroll saya :mrgreen:

Update
Per hari ini, kuis nya sudah saya tutup yak.. karena Neng Tia sudah berhasil menjawab dengan tepat.
makasih buat pembatjah yang ikut ngeramein kuis ngga modal ini :mrgreen:

Advertisements
Posted in: Culinary, Diary