Imlek, Tradisi Mengenang Leluhur

Posted on February 11, 2013

15



Bagi kebanyakan orang, Imlek selalu identik dengan makan-makan, dan yang paling penting.. Angpao!! :mrgreen: Sewaktu saya kecil pun, bagi saya Imlek tidak lebih dari ajang perburuan duit instan dan manisan-manisan impor yang selalu jadi favorit saya ketika berkunjung ke rumah saudara-saudara. Tapi semua berubah, ketika Negara Api menyerang sewaktu satu persatu kakek dan nenek saya meninggal dunia. Semenjak itu, kami punya kebiasaan baru untuk nyekar atau melayat ke pekuburan kakek nenek saya..

Guan Yu

Guan Yu, dewa “favorit” saya yang suka dengan hal-hal berbau kungfu!

Klenteng Sanggar Agung, Kenjeran
Nenek dari mama saya tidak memiliki persemayaman karena jasadnya dikremasi dan dilarung ke laut. Kami biasa melakukan tradisi nyekar di sebuah klenteng besar yang terletak di kompleks Pantai Ria Kenjeran, Klenteng Sanggar Agung. Di bagian belakang klenteng tersebut langsung menghadap ke laut, dan di situlah kami biasa menabur bunga untuk sekadar mengenang nenek kami yang telah tiada.. Biasanya kami selalu berangkat pagi-pagi untuk menghindari keramaian.

Pohon Lilin, berisi nama-nama orang yang saya tidak kenal semua :p

Pohon Lilin, berisi nama-nama orang yang saya tidak kenal semua :p

Pedeng, Kamal-Bangkalan
Setelah nyekar dan reuni dengan keluarga besar mama saya, sekitar pukul 10 siang itu kami berangkat ke Madura.. tempat kakek dan nenek saya disemayamkan πŸ™‚ Letak pekuburannya berada di sebelah jalan raya yang menghubungkan Kamal dengan kota Bangkalan. Pedeng, demikian warga sekitar biasa menyebutnya *jangan tanya apa arti nama tersebut :mrgreen:

spirit candle #apaseh xP

spirit candle #apaseh xP

Sepulang dari kuburan, kami segera menyusul ke sebuah klenteng yang terletak di kota Bangkalan.. Klenteng tersebut konon diurus oleh keluarga besar kakek nenek kami beserta saudara-saudaranya *mengenai hal ini masih perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut* :mrgreen: Seluruh keluarga besar berkumpul bersama di klenteng itu untuk sekedar reuni, makan siang, dan berfoto bersama..

Klenteng Eng An Bio, salah satu spot favorit saya ^^

Klenteng Eng An Bio, salah satu spot favorit saya ^^

Foto keluarga besar kami makin penuh sesak oleh bertambahnya menantu dan cucu-cucu.. Di sisi lain, saya jadi teringat akan dua generasi di atas saya ~yang sudah tidak terlihat lagi di foto-foto keluarga belakangan ini.. 😦 Bagaimana mereka berjuang dengan keras demi mempersiapkan generasi selanjutnya. Saya ingat bagaimana hari-hari saya bersama mereka dihabiskan dengan pelbagai cerita jadul mengenai pekerjaan, keadaan masyarakat, dan segala kejadian absurd lainnya, cerita susah maupun senang :mrgreen: Terima kasih engkong, terima kasih emak πŸ™‚

Kesuksesan kita sekarang, tidak akan pernah melampaui jasa dan perjuangan generasi terdahulu

Advertisements
Posted in: Diary