Kemarau Setahun vs Hujan Sehari

Posted on November 28, 2012

10



*acak *random things about rain ;P


Ngomongin soal hujan, kota superhero ini memang agak lola alias loading-nya lama.. Memang tahun ini musim kemarau lebih panjang dari biasanya, tapi kali ini kelewat lama. Hembusan angin dingin buatan yang keluar dari lubang AC di kamar pun tak lagi berdaya dibuatnya. Ditambah status yang saya sandang beberapa bulan terakhir, fakir internet! Praktis, saya kehilangan mood untuk menambah jumlah postingan tak bermutu di lapak blog ini..

Mulai tahun kemarin, situs blog sejuta umat ini memberi rapor kepada para penggunanya di akhir tahun. Isinya kira-kira terdiri dari jumlah postingan, jumlah kunjungan, serta berbagai angka statistik yang harus saya ambil 2 kali sewaktu kuliah πŸ˜› #hitme. Tahun lalu, saking merahnya rapor yang saya terima, sampai-sampai saya tidak mau mempublikasikan rapor tersebut!! πŸ˜₯ Oh my..

Mengingat rapor tersebut, ditambah lagi resolusi yang saya buat di awal tahun ini, saya mulai termotivasi kembali untuk menulis. Belum lagi “dosa” saya sebagai blog-netizen yang belum menulis reportase pengalaman pertama saya memenangkan sebuah kuis GA (giveaway, red) di seantero jagat-blogging. Ya betul, beberapa bulan yang lalu saya memenangkan sebuah kuis yang diadakan tiap hari jumat oleh pemilik blog ini, yaitu Mas Syarani.

giveaway mas Syarani


Foto diatas saya ambil segera setelah kiriman paketnya tiba di alamat saya. Sebuah amplop berisi buku hadiah kuis tersebut, “Bule Juga Manusia” karya Richard Miles yang bergenre komedi. Dikirimkan langsung dari kediaman pemiliknya di Jogja. Lewat postingan ini, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan hati mas nya.. semoga kebaikan hati tersebut berbalas di kemudian hari, amiiin πŸ™‚

Saya berharap juga, semoga diberi kesempatan untuk kopdar-an dengan beliau, sang penggemar kecap manis Mliwis. Siapa tahu bisa saya bawa sebagai oleh-oleh kesitu, saya tandingkan dengan kecap manis cap Jeruk Pecel jagoan para bakul soto dan sate disini 😎

Di tengah serbuan berita keserakahan manusia, hadiah yang saya terima tersebut seakan berbicara bahwa masih ada.. Orang-orang yang menghargai hidup, bukan uang. Memegang kebaikan hati dan mengesampingkan kepentingan diri sendiri. Benar-benar, kemarau setahun dibayar dengan hujan sehari.

Akhir kata, apa jas hujan favoritmu? :mrgreen:

*didedikasikan kepada pengguna sepeda motor yang menerjang deruan hujan

Advertisements
Posted in: Opini