Quickpost: Mobil Listrik vs Mobil Konvensional

Posted on March 21, 2012

2



Setelah membatjah postingan di klipblog Bapak Dahlan Iskan, saya jadi tertarik apakah benar solusi yang ditawarkan Om Dahlan benar-benar menjawab tantangan si monster BBM yang beberapa waktu terakhir bikin heboh seantero bumi Indonesia.. Cekidot gan 😉

  • Mobil Listrik tidak menggunakan BBM, jadi berapapun harga bensin bukan jadi masalah. Masalahnya ialah tarif listrik yang ikut naik karena pembangkit listrik menggunakan BBM. Untuk ini, Om Dahlan telah menjalankan program untuk mematikan/mengubah pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar minyak ke gas serta tenaga surya
  • Mobil Listrik tidak mengeluarkan emisi, jadi sangat bersahabat dengan lingkungan.. GO GREEN! :mrgreen: Ini poin plus yang sangat signifikan, mengingat saya bukan penggemar suara knalpot super bising yang sama sekali tidak ada harmonisasinya 😡 #apaseh
  • Mobil Listrik rata-rata tidak bertenaga besar. Ini benar, akan tetapi untuk konsep City Car seharusnya kita tidak perlu kebut-kebutan di jalan raya kan? Acara kebut-kebutan cukup di arena balap F1 saja 😛 Akan tetapi saya belum pernah menemui ada mobil listrik untuk jenis kendaraan muatan. Apabila industri masih belum memilik solusi tersebut, maka inflasi akan terus terjadi seiring kenaikan harga BBM.

Kelihatannya Om Dahlan sangat serius dengan ide mobil listrik tersebut. Akan tetapi, untuk ditindak lanjuti ke level industri saya secara pribadi masih agak ragu. Karena saya sebagai konsumen tidak akan asal saja membeli produk. Apakah kualitasnya terjamin? Bagaimana dengan after-sales service nya? Membuat jaringan industri se level nasional bukanlah perkara yang sama sekali mudah, apalagi melawan raksasa-raksasa industri otomotif dari negeri Sakura yang tentunya menjadi musuh utama ide konversi mobil listrik ini.

Advertisements
Posted in: Opini