Menerawang Masa Depan

Posted on May 30, 2011

25



Beberapa hari kemaren, saya bersama beberapa teman-teman saya menyempatkan diri mengunjungi si Embah.. yang konon punya kesaktian untuk mengintip melintas batas waktu alias mampu menerawang masa depan. Biar dikata sekarang ini jaman serba robot dan internet, saya penasaran juga sama orang-orang yang dibilang bisa meramalkan masa depan…

Bola Kristal

kalo si Embah cantik kaya gini saya juga suka -lol-


Waktu menunjukkan pukul 8.35 ketika kami meninggalkan base camp untuk menuju ke rumah si Embah. Tempat praktik si Embah yang terletak di salah satu kawasan elit di Surabaya bagian Timur memang agak susah ditemukan *ciri khas paranormal pada umumnya. Setelah beberapa adegan nyasar, puter balik, dan telpon sana sini, tibalah kami di sebuah rumah tua yang cukup besar dan luas dengan suasana mistis yang cukup kental #mulailebaydeh.

Oke deh… Sampai baris ini, saya udah cape berusaha boongin pembaca supaya mengira postingan ini bener-bener berisi ramalan masa depan #mulaigeje. Sebenernya postingan ini berisi reportase kunjungan saya dan teman-teman ke sebuah Panti Lansia. Hehehe.. :mrgreen: *dasar ga lucu bin jasjus tambunan #pentung #tendang #jewer #cubit #kilikkitiksampenangisguling2dilantaisampeperutatitpipikemeng

Panti Lansia

ga mistis sama sekali yah?? wkkwkwkw

Tetapi percaya tidak percaya, dari kunjungan kami kemaren, saya benar-benar seperti dibawa ke masa depan oleh Embah-embah penghuni panti lansia tersebut. Saya melihat, wajah mereka saat ini adalah wajah-wajah saya di masa depan.. 50 hingga 60 tahun lagi… Suatu waktu dimana bekas jerawat mungil di wajah saya berganti dengan kerutan-kerutan dan guratan-guratan usia di pipi dan dahi saya.
Barisan gigi di balik bibir yang senantiasa menghiasi senyuman manis pun satu persatu meninggalkan rumahnya, menyisakan pipi kempot dan bibir yang mulai kisut seperti manisan.

Si Embah berujar, “Lihat wajah kami.. dan kamu akan belajar menghargai arti senyuman dan kebahagiaan yang sesungguhnya. Bukan melihat kepada kulit yang kencang dan kesenangan yang fana.”

Tahun-tahun yang hilang
Berdasarkan penuturan dari pengurus Panti, tidak banyak di antara mereka yang masih aktif secara memori. Kebanyakan sudah mengalami pikun atau bahkan mengalami kemunduran mental. Agak lucu juga melihat beberapa teman saya yang cowok terkena towelan dan ciuman genit Embah-embah penghuni Panti.. :mrgreen: #dapethoki

Si Embah pun berujar, “Dengarkan cerita kami.. dan kamu akan belajar menghargai setiap hari yang dianugerahkan di dalam bilangan usiamu. Jangan sia-siakan semua itu.”

si Embah, "aduh kamu ganteng banget, Cuu..." baju Ungu, "ampun, Mbaaahh.. ><"

Tepat pukul 10.30 siang, pihak Panti pun menutup acara dan mempersilahkan para penghuni untuk menuju ke ruang makan. Saya dan teman-teman pun mengakhiri kunjungan singkat kami di Panti Lansia tersebut, mengakhiri penerawangan saya untuk 2011 ini…

Suatu hari di masa depan, saya akan mengenang hari ini…
Suatu hari di masa depan, saya akan teringat jika saya pernah muda…
Suatu hari di masa depan, saya akan menoleh dan mensyukuri hari ini…
Suatu hari di mana saya belajar memberi nilai kepada hidup,
menambahkan kenangan di antara waktu yang berlalu

Akhir kata,

value life and treasure every precious moments in it

*kali ini bener2 bagus kata2 mutiara dari saya :mrgreen:

Advertisements
Posted in: Uncategorized