From Jogja with love ^^

Posted on June 29, 2010

19



Liburan Waisak akhir bulan Mei kemaren saya manfaatkan untuk liburan sekaligus “refreshing”, karena alih-alih jadi segar yang ada malah kena acute wind syndrome (alias masuk angin berat) :cry:. Tetapi ibarat kata pepatah

“Demi pacarku yang cantik, lautan api pun akan kusebrangi”

Model Dadakan

Model dadakan yang sekaligus menjadi daya tarik utama postingan ini πŸ˜‰


Mendarat Nyampe di kos pacar saya di Salatiga pukul 5 pagi, udara yang sejuk ditambah senyuman manis pacar saya berhasil membuang jauh penat akibat perjalanan saya dari Surabaya :oops:. Diawali insiden kejar-kejaran sopir dengan penumpang sambil ditemani suara mesin mobil yang kaya pesawat menambah kesan unik perjalanan saya kali ini (bisa dibayangkan, saya masih bisa tidur dengan suara deruan mesin yang tepat di belakang saya duduk :shock:)

Istirahat sebentar, sejurus kemudian (bener-bener sejurus ><) saya dan rombongan langsung bersiap-siap memulai liburan kami ke Jogja. Tempat pertama yang kami tuju adalah Soto Segeer Mbok Giyem di Boyolali. Soto khas Jawa Tengah ini sangat unik karena kuahnya bening dan porsinya yang bener-bener kecil, kira-kira sebesar mangkok kobokan *serius.

Soto Segeer Mbok Giyem

Soto mungil ^^

Soto mungil ditemani alunan musik khas Jawa dari pengamen di luar warung menambah semangat kami menuju tempat tujuan pertama, Pantai Kukub yang berada di kompleks pantai Selatan di Jawa Tengah. Apalagi pacar saya, antusias banget kalo maen ke pantai :eek:.

Kami tiba di Kukub tengah hari, praktis kami cari makan dulu (kok makan lagi :?:). Bagi pembaca yang jago maen detektif, pasti bisa menebak lama perjalanan kami… dari makan pagi ke makan siang: 3 jam lebih 😯 (sekarang mulai jelas, kenapa pulang dari sana tepar luar biasa *hit me).

Kukub Beach

Left, Kukub Beach. Right, keongnya ituuuuuw ><

Pantai yang bersih, hewan-hewan laut kecil, pasir putih, dan (yang paling penting) temen-temen yang nda taw malu :lol:. Puas sekali kami bermain di sana selama 3 jam, pulang dengan 2 genggam pasir yang nyangkut di “dalam celana” (jangan coba-coba dibalik mbacanya!! :wink:). Selain itu kami juga berhasil membawa oleh-oleh tangan dan kaki yang merah-merah kena karang waktu main ombak *tapi tetep happy ^^

Sehabis bergaya bak turis di pantai, jadwal selanjutnya adalah ngeMall @ Ambarukmo Plaza. Yep, walopun mall modern tapi namanya tetep nJawani… *piiizz πŸ˜€
Seperti biasa, agenda ngemall selalu dipenuhi dengan makan, belanja, dan… foto-foto 😎
Sedikit alur maju.. Uniknya kunjungan kali ini, saya dengan polosnya membeli sebuah CD Evanesence 15rb an yang jadi tersangka penyebab liburan kami sedikit berbau horor di perjalanan pulang dari Jogja. Gara-gara muter CD itu, perjalanan kami pun ikut muter-muter ga jelas alias nyasar ><. Anehnya setelah kami ganti dengan lagu-lagu rohani, sang sopir seperti mendapat penerangan dari langit dan tiba-tiba menemukan jalan pulang *fiiiuuuuuhhh…

Oseng Oseng Mercon

Left, eksis banget yah =P. Right, menu super pedasss..

Back to Jogja.. bosen ngemall, kami diajak sama salah satu temen nyobain makanan favoritnya “Oseng-oseng Mercon”. Astaga, di Jogja emang banyak kuliner dengan nama-nama aneh. Kali ini, menunya adalah Oseng-oseng kikil dan daging sapi dengan cita rasa pedas yang luar biasa pedas. Ngga kalah unik, kunjungan saya kali ini memberi kesan yang tak terlupakan.

Sedang asiknya nunggu makanan datang, warung lesehan yang letaknya di trotoar jalan raya, tiba-tiba salah satu pengunjung berteriak kegirangan histeris lantaran dijawil tikus item, kecil, genit, nan lincah. Praktis para pengunjung lesehan jadi heboh banget, beda dengan reaksi pemilik warung yang cuman ngeliatin dan bilang, “Tikus e wis ngalih og” (tikusnya sudah pergi kok, red) *hit me.

Mendem Duren

Mendem Duren, must try it ^^

Sebelum “benar-benar pulang”, kami mampir dulu di kios yang menjual minuman olahan duren. Lagi-lagi dengan nama yang aneh, “Mendem Duren” (mabuk gara-gara duren, red). Untungnya, rasanya tidak seaneh namanya. Manisnya duren (yang sudah diolah jadi mirip dodol) dipadu dengan coklat cair dan berbagai topping sesuai selera.
Hidup ini indah yato, bar maem mercon, mendem duren (habis makan mercon, mabuk oleh duren) πŸ˜†
Akhir kata,

Happy Holidaaayy!! ^^

Advertisements
Posted in: Diary