myLife at Office

Posted on May 23, 2010

22



Genap 3 bulan sudah keberadaan saya di kantor tempat saya mengais semangkok mutiara nasi yang baru. Ini merupakan tempat saya yang ketiga dan (semoga) terakhir, setelah sebelumnya 3 kali berpindah-pindah (kalo pinter mat, pasti ngerasa ada yang janggal :P).

Hidup di kota besar seperti Surabaya benar-benar jauh dari kata mudah. Maaf, bukannya saya mau congkak ato menyombongkan diri (ala Pok Minah), gelar sarjana cum laude yang saya sandang pun bukan jaminan segala sesuatunya bakal berjalan mulus. Bayangan saya mengenai banyaknya perusahaan yang bakal menawari saya kerjaan ibarat film fiksi ilmiah yang cuman kejadian di film aja… *huff..*

Syukur pada Tuhan sebanyak-banyaknya, sekarang saya sudah mendapatkan pekerjaan yang halal dan sesuai dengan kompetensi saya di waktu kuliah…
Fesbuuuuukkkkk ^^ *hit me*

Di postingan kali ini saya mohon ijin mau ngenalin makhluk-makhluk penghuni ruangan 5×4 di lantai 4, mumpung barusan habis bernarsez ria foto-foto bareng.

Dev Team

potongan boss semua (perutnya aja ><)

Makhluk-makhluk di atas adalah orang-orang pertama di kantor Surabaya; kantor utamanya ada di Seattle (masih mimpi aja bisa nempelin tapak sepatu di sono :P).

Formasi Lengkap

Resiko kalo makan siang yang enak2 terus ><

Ini penghuni kantor Surabaya, dan 2 orang dari Jakarta, plus Big Boss di tengah. Dan.. yup, yang di tengah itu emang satu2nya staff cewe d kantor saya *ouch.. ><*

Big Boss

Yang sebelah kanan itu boss saya, bukan foto model

Buat pembaca cewe yang terhormat, sayang banget boss saya udah married 😛

Seperti yang Anda duga, fesbukan di kantor plus makan siang berlebihan dapat menyebabkan resiko perut membulat dan lingkar pinggang bertambah 5-10 cm *oh em jiiiii…*
Tapi yang saya ingin sampaikan adalah,

Manusia itu seperti odol, makin dipencet makin keluar isinya

Agaknya teori ini sama sekali tidak berlaku buat saya. Tekanan kerja yang terlampau berat (plus tidak masuk diakal), ditambah lingkungan yang sama sekali tidak kondusif bukannya membuat saya makin berprestasi malah akhirnya saya memPHK diri sendiri… ==”

Sebaliknya, semua fasilitas dan kepercayaan yang diberikan malah membuat saya lebih gendut produktif dan ngeksis berprestasi. Setidak-tidaknya, berdasar pengakuan boss saya yang merasa puas dengan hasil kerja saya 3 bulan ini membuktikan opini gila saya tersebut.
Akhir kata, tidak berlebihan kalo saya teriak…
“Hidup fesbuuuuukkkk!!!” *LOL*

Advertisements
Posted in: Diary, Programmer