25: muda, beda, dan berbahayaaaa… rooarrrr!!!

Posted on May 9, 2010

14



Mendahului mentari pagi ini, saya langsung mampir di loket sapiteng (baca: septic tank) dan segera menyetor tabunganku sepanjang kemarin berhubung perut saya sudah seperti diplintir-plintir rasanya (>< ouch). Lancar dan tanpa antri, dalam tempo jang sesingkat-singkatnja *merdekaaaa!! =P* saya sudah menyelesaikan transaksi harian saya *ups*.

Parahnya, insiden tersebut membuat mata saya yang sipit seperti bulan sabit(fakta ga penting ==”) menolak mengatupkan kedua kelopaknya. Dengan kondisi separuh nyawa, saya merebahkan diri di sofa kursi ruang tamu saya sambil berharap mata saya bisa diajak kompromi *nyatanya tidak T_T*. Sejurus kemudian *jurus apaan??*, saya pikir daripada saya melanjutkan aktivitas ga penting ini lebih baik saya mengisi waktu dengan kegiatan yang berguna… Fesbuuuukkkkk ^^ *lol*

Sejenak berselancar di FB, tag foto dan notif-notif nya mengingatkan saya pada peristiwa tahunan yang saya alami bulan April kemarin. Ya benar, April kemarin usia saya sudah genap 25 tahun… =)
Sudah sewajarnya seorang pria melankolis seperti saya ini (yang sudah ga tahan boleh mampir ponten terdekat ><) untuk memanfaatkan ketenangan Surabaya pagi ini dengan sedikit melihat ke belakang dan mencari resolusi buat hari-hari ke depan.

Saya sangat bersyukur dengan apa yang saya miliki sekarang, tidak berkelimpahan, namun berkecukupan.. Kekurangan di sana sini sebagai pengingat bahwa hidup ini ada yang di atas, dan ada yang di bawah *amitabha.. u,u*
Yang paling penting ialah pemeliharaan dari Tuhan, dibandingkan dengan kekayaan yang sama sekali tidak menjamin apa-apa dalam hidup kita (rahib mode:ON)

my Birthday Cake

angka 25nya jangan besar-besar dong =="

Bicara soal angka 25, menyadarkan diri saya bukan lagi seorang anak sekolahan yang bisa menggantungkan segalanya pada orang tua. Apalagi sebagai seorang laki-laki, saya dituntut mandiri dan yang diharapkan sebagai tumpuan keluarga di masa depan *lagi melow ni yeee* Sekarang sudah ga bisa lagi seneng-seneng di mall.. bioskop.. bye-bye to all… T_T (gejala stadium I)

Asik browsing koleksi mp3 lagu-lagu di lappie, sampailah saya di sebuah komposisi cadas dari band lokal asal Bali… “Jika Kita Bersama” by Superman is Dead

dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
musik akan menghentak, anda akan tersentak
dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
kami adalah kamu, muda, beda dan berbahaya

sambil teriak, “mudaaaa.. bedaaaa… dan berbahayaaaaaahhhh….”
\m/ whoaaaaaa…. heeeyyy!!! (kepalanya jangan lupa diangguk2in)
*gejala stadium II*
lega rasanya biz teriak-teriak ngikutin irama lagunya.. haha…
lagu itu seakan membangkitkan lagi naluri hidup yang udah kaya lilin ultah saya yang meleleh habis. Yup, saya masih muda!! Saya mau jadi anak muda yang beda!! Saya mau jadi anak muda yang berbahaya bila diremehkan!!!

Saya bukan lagi anak ingusan yang biasa dibuli-buli sama preman kelas kacang di gang tempat saya nunggu angkot sepulang sekolah dulu. Saya bukan lagi anak kecil yang selalu dipandang dari penampilan saya *semangat ’45*. Sudah bukan waktunya lagi pendapat saya diremehkan. Sudah waktunya perkataan saya didengar!! *merdekaaaaa!!! \m/*
Dimulai dari hari ini dan seterusnya, saya mau tetap menjaga spirit saya muda, beda, dan berbahaya… GRAAWWLLLL!!! (cakarnya dong, disiapin =P)

Fiuuuhhh.. cukup melegakan sesi melankolis hari ini. Selanjutnya lebih berguna bagi saya untuk berhenti berbicara dan segera memulai sesuatu…
Fesbuuuuukkkkk ^^ *hit me… ><*

Advertisements
Posted in: Diary