Sri Mulyani: titisan Ibu Kartini??

Posted on May 7, 2010

10



Sebenernya bukan bermaksud ikut-ikut, tapi karena kekaguman saya kepada Beliau seakan-akan memaksa saya untuk menulis blog ini. Sekedar beropini ria di tengah-tengah masyarakat demokrasi, dengan harapan dapat membagikan spirit dan inspirasi yang saya dapat dari Beliau melalui sepak terjangnya di dunia persilatan*dasar maniak kung-fu* kancah perekonomian nasional dan internasional.

RA Kartini

Ibu Kartini, Pahlawan Wanita

Lahir 47 tahun lalu di Lampung, tidak banyak informasi yang bisa digali mengenai masa kecil beliau karena memang waktu itu belum ada wartawan yang interview Ani (panggilan beliau) kecil *hit me…* Yang saya tahu, hanya beliau dibesarkan di rumah keluarganya di Jalan Kelud Raya, Semarang-Jawa Tengah, bersama 9 saudaranya (waktu itu belum ada KB sih ><)

Lahir di keluarga yang kental dengan dunia persilatan akademis *lagi-lagi maniak kung-fu*, Sri Mulyani mengikuti jejak almarhum Ibunda yang seorang Guru Besar, Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko, *bandingkan dengan saya yang cuman sarjana S1 ini ><*

Sri Mulyani

Sri Mulyani dan alm Ibunda - wajah-wajah Kartini banget yah =P

Ani muda yang penuh semangat dan ambisi mengerahkan seluruh energi positif nya *maaf, maniak kung-fu* untuk meraih seluruh gelar akademisnya, Sarjana hingga Doktoral, hanya dalam waktu 9 tahun (’81-’86, ’88-’92) *waktu itu saya masih maen benteng2an xP*
Ibarat kata pepatah “Emas di tong sampah pun tetap emas”, Ani muda memulai karirnya lagi-lagi melalui jalur akademis dengan bergabung dalam Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) dan menduduki posisi Kepala LPEM FEUI semenjak Juni 1998. Dan semenjak itulah Ani muda menduduki berbagai posisi prestisius di bidang akademis maupun lembaga-lembaga perekonomian lainnya.

Sri Mulyani

Sri Mulyani Tempo Doeloe

Karisma Sri Mulyani, yang kini telah menjadi sosok wanita yang patut disegani, semakin terpancar dan berhasil menempatkan beliau pada posisi-posisi penting di kancah perekonomian internasional, salah satunya ialah Executive Director of IMF for Southern Asia *membaca saja aku suliiiittt ><*
Belum lagi berbagai penghargaan prestisius dan bergengsi yang beliau terima, The Best Finance Minister in Asia dari Emerging Market Forum dan The Finance Minister of the Year in the World dari Euromoney *bener-bener Dewi Ilmu Ekonomi (lebay)*

Sri Mulyani, modern Kartini

Ibu Sri Mulyani yang saya yakini sebagai titisan Ibu Kartini

Kabar terakhir, yang benar-benar mencengangkan saya, ialah ketika beliau didaulat oleh President of World Bank, Robert Zoellick, menjadi Managing Director of World Bank terhitung mulai tanggal 1 Juni 2010 *sesenggukan lantaran terharu*. Hampir-hampir tak percaya, bagi saya sosok Ibu Sri Mulyani adalah titisan alm Ibu Kartini yang saya pelajari ketika saya masih di bangku SD *lagi gigit jari sambil ngelamun*.

Di saat ibu-ibu yang lain duduk manis di depan TV dikibulin sama sinetron-sinetron, Bu Ani memilih untuk mengerjakan hal-hal yang jauh lebih besar. Bahkan saya sebagai seorang laki-laki tak mampu disejajarkan dengan beliau *ya iya laaahhh… plz deh*

Akhir kata, hidup yang cuman sekali ini mari kita isi detik demi detik kita dengan hal-hal yang besar dan berarti. Jangan dihentikan oleh berbagai keterbatasan dan kemalasan kita, tapi gunakan seluruh potensi dan energi positif yang kita miliki untuk meraih pencapaian tertinggi dalam hidup kita *astagah, Mario Teguh bangeeeddd xP~*

Advertisements
Posted in: Opini