Blusukan dalam bahasa Jawa artinya keluar masuk gang-gang sempit.. Di depan kompleks ruko di kantor saya terdapat sebuah perkampungan tua yang menyimpan salah satu pusaka kuliner yang unik. Semasa kecil saya dulu, Depot yang terletak di Pengampon Gang 2 ini terkenal dengan menu andalan Bubur Ayam-nya. Entah sejak kapan orang-orang malah mengenal depot ini melalui menu Nasi Empalnya yang juga khas Surabaya.
Note: klik pada masing-masing gambar untuk menambahkan drooling effect tingkat maksimum
Bubur ayam ini sekilas mirip dengan Bubur Ayam Jakarta yang cukup populer. Dibalik timbunan bubur lembut yang gurih, terdapat banyak sekali potongan-potongan daging ayam yang empuk. Citarasa ayamnya sangat kental, ditambah dengan taburan asinan lobak favorit saya. Porsi ekstra besarnya menambah kepuasan bersantap di depot ini. Bubur yang dipatok seharga 14 ribu ini tidak hanya menawarkan citarasa yang nikmat tetapi porsinya juga sangat mengenyangkan.
Agaknya, menu ini yang populer di kalangan orang-orang tua angkatan kakek dan nenek saya *memang dulunya terkenal dengan menu ini. Saya sering menemui pasangan kakek-nenek yang menikmati seporsi bubur ayam untuk berdua
Menu yang satu ini juga salah satu best seller di depot ini. Seporsi nasi putih disajikan dengan lauk Empal Suwir serta tumis kacang panjang dan kering tempe sebagai pelengkap. Tidak lupa, lalapan timun dan daun kemangi serta sambal bagi yang suka pedas. Citarasa daging empalnya manis gurih senada dengan sambalnya yang juga sedikit manis nan pedas menggigit
Apabila jam makan siang tiba, depot ini penuh dengan pegawai kantoran dengan Nasi Empal tersaji di meja mereka. Beberapa kali juga saya menemui teman-teman dan kolega yang menghabiskan jam makan siang di depot ini
Nah, menu yang satu ini udah pernah nongol di postingan terdahulu. Mie pangsit yang dimodifikasi dengan menggunakan topping baikut alias daging iga babi. Citarasa mie nya sih tipis-tipis aja, tapi toppingnya itu yang bikin lidah keblinger aja dah. Daging yang dimasak gurih dan super empuk ini langsung lepas tak berontak saat kita menggigitnya.. meninggalkan rasa puas serta membuat tidak sabar lagi untuk segera menghabisi seluruh porsi yang disajikan *kumat lebaynya
Biasanya saya cukup berjalan kaki saja 5-10 menit dari kantor, menelusuri gang-gang kecil di depan kompleks ruko kantor saya. Jajaran rumah-rumah tua yang berjejalan dan berdesak-desakan menambah kesan kota tua yang bersembunyi dibalik kemegahan gedung-gedung metropolitan Surabaya.. I’ll consider to come back here
#nyengirpuas.



Culinary Love
January 11, 2012
alamatnya di mana?
Petz
January 11, 2012
di Pengampon Gang 2, Surabaya.. di deket Rumah Sakit Adi Husada Undaan
kalau dari arah Undaan, setelah belokan ke jalan Jagalan
xiang xiang
January 11, 2012
wos.. mangan e rek.. muantap..
tp kok jauh
ansella
January 30, 2012
wot, buryam 14 rebu? bihikz ‘tiba-tiba jadi melapar’